Rohil | Riauindependen.co.id | Baru- baru ini sempat mencuat di publikasi salah satu media online Nadariau.com terbitan April 22/04/2024 salah sumber media terkait pemberitaan adanya laporan Ketua IMR (Ikatan Milenial Riau) sehingga sempat di panggil di periksa APH Ditreskrimsus Polda Riau Senin tanggal 22 /04/2024 terkait laporan Ikatan Milenial Riau. (IMR) yang melibatkan permasalahan koperasi Tuah Nelayan Pesisir dan SPBU milik BUMD Rokan Hilir.
Bahkan dalam sesi publikasi media online Ketua IMR dalam pemberitaan sempat mencuat terkait legalitas koperasi TNP berafiliasi ikut mengelola distribusi untuk kepentingan masyarakat Rohil khusus nelayan. Bahkan Menurut hasil pemberitaan IMR menyebutkan karena setelah kita melakukan investigasi dan pengecekan secara mendetail. Ternyata koperasi tersebut tergerister di Kemenkop itu beda dengan pelang merek baik secara alamat juga beda akan tetapi AHU sama.
Korelasi keterkaitan diduga SF apakah sebagai mantan Ketua Koperasi Tuah Nelayan Pesisir (TNP) belum terjawab saat di konfirmasi melalui Whatshapp, yang sudah terpublikasi oleh awak media. Untuk menelisik hal tersebut masih perlu di klarifikasi ke SF langsung atas kebenaran status tersebut.
Sabtu 18/05 /2024 sekitar jam.09 wib pagi, awak media mencoba untuk mengklarifikasi ke SF terkait seputar kasus laporan masuk ke APH, Apa gerangan yang terjadi dengan Koperasi Tuah Nelayan Pesisir (TNP) tersebut setelah bekerjasama dengan SPBU SPR anak perusahaan binaan BUMD Pemda Rokan Hilir kini masih menjadi buah bibir perbincangan publik Rokan Hilir.
SPBU SPR kerap mendapat sorotan, kritikan dari masyarakat Rokan Hilir, termasuk dalam tempo enam bulan sebelumnya sampai saat ini sudah dua kali terjadi estafet pergantian kepemimpinan manajer SPR SPBU. Kontroversi masa estafet dari Manager lama kini Manager baru SPR SPBU ikut menjadi sorotan publik kasus ini harus di klarifikasi untuk pembenahan dan koreksi.
Awak media mencoba mengkonfirmasi ke SF Manajer SPBU SPR melalui telefon seluler langsung terangkat sekitar pagi jam 8 40 Wib awak media mempertanyakan kronologis sengkarut Koperasi TNP tersebut, berdasarkan pemberitaan yang sudah mencuat SF menjawab konfirmasi awak media dari jawaban pertama tersebut, mengatakan yang pernah di publikasikan oleh media tersebut itu berita lama Bg. Terkesan beliau sedikit enggan melayani untuk di konfirmasi masuk kepertanyaan yang lain. Sebelum konfirmasi berakhir terputus. Awak media sempat mengkonfirmasi, apakah koperasi baru pengganti posisi berkantornya alamat di mana? Menurut pengakuan Manager SF, masih menumpang di kantor SPBU Jalan Lintas Bagansiapiapi kecamatan Bagan Punak .
Paska adanya laporan pimpinan IMR di Polda Riau, diduga SF adalah mantan Ketua koperasil Tuah Nelayan Pesisir yang di depak di hentikan kerjasamanya dengan manajemen SPBU SPR. Uniknya meskipun diduga sebagai Mantan pimpinan koperasi TNP pernah di laporkan terpublikasi ke publik, namun posisi jabatan.SF dapat apresiasi dan promosi justru, jabatan mentereng naik posisi kini menjabat di angkat jadi Manager SPBU SPR anak perusahaan dari BUMD Pemda Rokan Hilir .
Pada sesi terakhir awak media ingin melanjutkan pertanyaan konfirmasi seputar koperasi pengganti baru dari koperasii tuah nelayan SF menjawab via whatshapp” langsung saja ketemu pengurus koperasi di kantor.
Nasib SF sungguh beruntung meskipun koperasi Tuan Nelayan Pesisir yang sudah di hentikan kerjasamanya dengan SPR SPBU kebetulan di duga beliau adalah pimpinan koperasi yang di depak tersebut. Namun posisi jabatan justru semakin mentereng naik status jabatan baru .Dari posisi dari pengurus inti koperasi TNP kini naik pangkat di lantik menjabat SPBU SPR yang berlokasi di jln Lintas Bagansiapiapi kecamatan Bagan Punak .
Berdasarkan hasil monitoring hari ini awak media di lapangan SPBU SPR memang sudah ada berdiri plang kantor koperasi pengganti dan koperasi yang tersandung pelaporan dari Ikatan Milenial Riau ( IMR ) tersebut. (tamrin)